UAS - Tema Sejarah

 

Sejarah Munculnya Nama Bengawan Solo Sebagai Pusat Untuk Menggantungkan Hidup Masyarakat

 

Source: Kompasiana. 2017. asal mula nama sungai solo

Sebagai negara maritim yang memiliki banyak pulau dan kekayaan laut yang melimpah, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kepulauan terbesar di dunia. Sebuah lagu yang menyebutkan bahwa, nenek moyang kita adalah seorang pelaut yang gemar mengarungi samudera, merupakan sebuah lagu yang sebenarnya mengenalkan kita terbentuknya peradaban di Nusantara berkembang melalui perairan.

Di Jawa, terdapat sebuah sungai yang memanjang dari Jawa Tengah sampai ke Jawa Timur. Sungai ini memiliki panjang sekitar 548, 53 km dan memiliki 2200 anak sungai yang tersebar hampir di setiap kabupaten hingga kawasan perkotaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.31 Menjadi Sungai primadona yang banyak memiliki cerita dan menjadi saksi dalam beberapa peristiwa, sungai ini akhirnya dikenang dalam sebuah lagu fenomenal yang berjudul ‘Bengawan Solo’ yang diambi dari bengawan beton.

Berdasarkan Babad Sala yang ditulis oleh RM Sajid, terdapat sebuah dusun bernama Nusupan pada jaman Mataram. Letak dusun ini berada di sebelah tenggara Desa Sala, wilayah yang dikemudian hari menjadi lokasi pindahnya Keraton Kartasura. Disanalah terdapat sungai Bengawan Beton yang membelah Dusun Nusupan menjadi dua.

Perlahan, Bengawan Beton berubah menjadi bandar pelabuhan bagi para saudagar dan nahkoda yang berlayar ke Gresik atau Surabaya. Pulang pergi mereka melewat sungai tersebut. Dusun Nusupan pun berkembang ramai. Saudagar-saudagar dari Kotagede Mataram selalu  melewatinya tiap pergi.

Bebekel atau tetua Dusun Sala ketika itu bernama Kyai Gedhe Sala. Ia memiliki kewenangan untuk menarik pajak pelabuhan kepada para saudagar yang berdagang di sana. Semakin hari, bandar semakin maju. Banyak transaksi jual beli yang dilakukan di dusun tersebut. Bahkan tidak sedikit yang kemudian bermukim disan

Ketika namanya kian tenar, Bengawan Beton lalu berganti nama. Nama barunya ini diambil dari nama Kyai Gedhe Sala yang merupakan tetua di dusun tersebut. Sehingga sungai ini kemudian dikenal sebagai Bengawan Sala atau Bengawan Solo. Perubahan nama ini terjadi setelah Keraton Kartasura dipindahkan ke Desa Sala. Selain Bengawan Beton, masyarakat sekitar dulu menyebut pula sungai besar ini dengan nama Benawi Sangkrah atau Bengawan Sangkrah.

Bengawan artinya sungai besar. Bengawan Solo yang banyak dikenal lewat lagu ciptaan Gesang tersebut terbentuk sekitar empat juta tahun silam. Dengan demikian, sungai ini telah ada sejak jaman purba dan bertahan hingga hari ini.

Sebelumnya, ada aliran sungai yang mengarah ke selatan. Diperkirakan berasal dari hulu Bengawan Solo yang sekarang.  Selama kurun jutaan tahun, terjadi proses pengangkatan geologis akibat desakan lempeng Indo-Australia yang mendesak daratan Pulau Jawa. Itulah mengapa aliran sungai beralih ke utara. Muara sungai bengawan purba ini terletak di Pantai Sadeng, Yogyakarta

Source : Daily News Indonesia

Ditemukan Fosil Manusia Di Bengawan Solo Yang Mengubah Sejarah

Terlepas dari pentingnya sebagai jalur air bagi penduduk dan lahan pertanian di bagian timur dan utara pulau Jawa, alur sungai ini juga terkenal di kalangan paleoantropologi. Banyak penemuan sisa-sisa hominid awal (berasal dari 100,00 hingga 1,5 juta tahun yang lalu) telah dilakukan di beberapa situs di lembahnya, terutama di Sangiran, termasuk fosil manusia purba pertama yang ditemukan di luar Eropa, yang disebut dengan tengkorak Manusia Jawa

 

Source: Picture of Sangiran Museum


Fosil jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh von Koeningswald di Sangiran pada 1936 dan 1941. Saat itu, Koenigswald menemukan fosil rahang manusia berukuran besar. Berdasarkan rekonstruksi, para peneliti kemudian menamakannya Meganthropus Paleojavanicus yang berarti manusia raksasa dari Jawa. Manusia purba ini diperkirakan hidup di zaman Pleistosen awal dengan mengumpulkan makanan berupa tumbuh-tumbuhan sebagai cara bertahan hidup.

Nama Sangiran mendunia setelah penemuan fosil manusia purba dan beberapa artefak zaman prasejarah di tahun 1930-an. Pada 1936-1941, GHR Von Koenigswald dan F Weidenreich melakukan penyelidikan di sepanjang Sungai Bengawan Solo dan berhasil menemukan fosil tengkorak manusia yang disebut Meganthropus Palaeojavanicus. Dari penemuan itu disimpulkan bahwa manusia tertua bukan Pithecanthropus erectus yang ditemukan pada 1890 di Trinil, melainkan Meganthropus palaeojavanicus.

Bengawan Solo Yang Memotivasi Hingga Saat Ini

Dalam budaya

  • Bengawan Solo, sebuah lagu yang diciptakan oleh Gesang Martohartono pada tahun 1940, menggambarkan sungai Bengawan Solo secara puitis dan terkenal di seluruh Asia, semenjak diperkenalkan oleh para tentara Jepang.
  • Bengawan Solo, sebuah lagu tema yang digunakan dalam film Jepang Stray Dog pada tahun 1949 oleh Akira Kurosawa.
  • Bungawan Soro (ブンガワンソロ) adalah judul film Jepang pada tahun 1951 yang disutradarai oleh Kon Ichikawa.
  • Bengawan Solo, sebuah soundtrack dalam film Jepang pada tahun 1962 yang berjudul An Autumn Afternoon oleh Yasujirō Ozu.
  • Bengawan Solo, sebuah lagu yang dibawakan dalam bahasa Inggris dan digunakan dalam film In the Mood for Love yang disutradarai oleh Wong Kar-wai .
  • Bengawan Solo adalah nama waralaba kue yang populer di Singapura


Refrenesi

Kompasiana. 2017. Asal Mula Nama Sungai Solo

Rahmawati, Melinda. 2019. Sungai Bengawan Solo: Tinjauan Sejarah Maritim Dan Perdagangan Di Laut Jawa. Jurnal Candrasangkala. Vol. 5, No. 2.

Rofiqoh, Alhaditsatur. 2022. Perempuan Dalam Perang: Raden Ayu Yudokusumo Dalam Pembantaian Di Bengawan Solo Tahun 1825.. Skripsi. Surabaya: Universitas Islam Negeri (Uin) Sunan Ampel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feauture News - “CEMARA COFFE” Coffe Shop di Tepi Sawah

Suporter Berjatuhan Dalam Tragedi Kanjuruan, Psikologis Suporter Di Tanyakan

FEATURE NEWS : MEMBURU 3000 DURIAN DI FESTIVAL DURIAN, TUGU PUSAKA, SELOGIRI, WONOGIRI