FEATURE NEWS : MEMBURU 3000 DURIAN DI FESTIVAL DURIAN, TUGU PUSAKA, SELOGIRI, WONOGIRI

 

Telah berlangsung selama lebih dari 2 tahun, dampak pandemi ternyata masih dirasakan oleh banyak pelaku usaha. Memang benar, jika pandemic Covid-19 memberikan dampak bagi seluruh sektor kehidupan khususnya di sektor ekonomi. Tak hanya membuat banyak toko, pabrik, dan perusahaan bangkrut dan merugi, adanya pandemi ini juga dikeluhkan oleh para pengusaha daerah yang merasa minat dan konsumsi masyarakat untuk berbelanja sudah tak tinggi lagi. Salah satu pengusaha durian asal Wonogiri bernama Yanto Satrio pun merasakan demikian. Bermula dari lapak dagangan di Soloraya yang sepi akibat pandemi, Yanto pun menggelar Festival Durian yang meriah di taman Tugu Pusaka, Selogiri, Wonogiri.

Festival Durian ini menghadirkan kurang lebih 3000 durian lokal nusantara dengan berbagai jenis seperti durian sumatera, durian Kalimantan, dan durian jenis lainnya yang tumbuh di Jawa Tengah. Pada festival ini pengunjung bisa mencari durian dengan berbagai variasi rasa, bentuk dan warna. Festival durian yang digelar besar-besaran pada selama 3 hari yakni Senin 10 Oktober 2022 hingga 12 Oktober 2022 ini tersebut menjadi waktu yang cukup panjang dimana telah memuaskan para pecinta dan penggemar durian di wilayah Jawa Tengah.

Para pemburu buah durian pun datang dari berbagai penjuru daerah. Tidak hanya masyarakat lokal di Wonogiri saja, melainkan terdapat banyak masyarakat sekitar Jawa Tengah yang tak melewatkan event menarik Festival Durian ini. Adanya festival semacam ini memang sangat menarik perhatian masyarakat. Antusiasme masyarakat sangat terlihat dari banyaknya pengunjung yang rela jauh-jauh mendatangi Tugu Pusaka untuk menenteng sebiji dua biji buah durian. Beberapa pengunjung juga terlihat membawa mobil dan memborong belasan durian yang menggiurkan.

“Durian ini rasanya enak. Penjualnya bilang ini durian Bogor. Sayangnya makan buah durian tidak ada kompetisinya. Jika ada saya akan menang. Saya selalu menikmati makan durian. Di sela-sela suami saya dan saya sibuk dengan kehidupan, hanya ini yang bisa saya sempatkan,” tutur Ibu Wandi. Ibu Wandi (65) adalah salah satu pengunjung dari GiriPurwo, Wonogiri, yang memborong durian sebanyak 10 buah.

Di Festival durian ini pengunjung akan langsung disuguhi dengan berbagai durian dengan bentuk yang montok dan benar-benar menggiurkan. Beberapa meter sebelum mencapai area Festival, pengunjung akan terlebih dahulu mencium aroma durian yang wangi dan memikat. Wangi durian dari berbagai jenis ini mengguar memenuhi area taman Tugu Pusaka membuat air liur hendak menetes. Bagi pecinta durian, berkunjung ke festival seperti ini layaknya surga durian karena mereka bisa leluasa untuk memilih durian berkualitas baik dengan rasa yang nikmat, daging yang tebal, dan tentu saja sudah matang. Pengunjung bisa mencari durian yang benar-benar sesuai dengan keinginan mereka dari berbagai variasi durian yang ditawarkan. Untuk kualitas duriannya sendiri, sudah dapat dipastikan bahwa durian yang dijual merupakan durian berkualitas baik dan telah matang. Hal ini lantaran walaupun didatangkan dari berbagai kota, durian yang dijual dalam festival ini dijaga kualitasnya dengan menggunakan mobil pengangkut khusus yang didalamnya terdapat es. Tak heran jika durian yang dipajang nampak masih segar dan tercium aroma wangi dan lezat khas durian. Menariknya lagi, di festival ini ada garansi rasa durian yang enak dimana apabila rasanya kurang nikmat, maka durian yang telah dibeli dapat dikembalikan.

Sebenarnya, Festival Durian yang digelar oleh Yanto ini merupakan festival perdana yang diselenggarakan. Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat juga omset yang besar, Yanto berniat untuk menggelar festival kembali di tahun-tahun mendatang. Dari festival yang digelarnya ini, Yanto mengaku bahwa ia bisa mengantongi omset yang banyak yakni lebih dari Rp 100 juta untuk setiap event-nya. Tentu saja keuntungan ini jauh lebih besar dibandingkan ia menjual durian di lapak biasa. Hal ini yang membuat Yanto berpikir untuk membuat Festival Durian ini sebagai agenda tahunan yang digelar di berbagai daerah di nusantara. Tak hanya digelar di Selogiri saja, festival ini juga akan dilangsungkan di berbagai kota dan kabupaten lain, khususnya di daerah yang tak menghasilkan durian seperti daerah Wonogiri, Kulonprogo, dan Baturetno.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feauture News - “CEMARA COFFE” Coffe Shop di Tepi Sawah

Suporter Berjatuhan Dalam Tragedi Kanjuruan, Psikologis Suporter Di Tanyakan