GEMPOL PLERET: Minuman segar khas Sukoharjo

Sukoharjo – Kota Sukoharjo bukan hanya memiliki banyak destinasi wisata yang menarik ataupun sebagai daerah pembuat gamelan. Akan tetapi di Sukoharjo ini banyak sekali kuliner yang menjadi andalan. Ada banyak sajian kuliner tradisional legendaris yang masih tetap terjaga dari zaman dahulu sampai saat ini.

Salah satu kuliner yang bisa di dapatkan di Kota Gamelan ini adalah Gempol Pleret. Minuman ini memang terkenal sangat lama dan kini masih tetap dilestarikan, meskipun di Kota Jamu tidak memiliki banyak penjual. Gempol Pleret ini adalah minuman yang disajikan seperti dawet. Gempol yang dibuat dari tepung beras yang memiliki rasa gurih dan berbentuk bulat pipih, sedangkan pleret dibuat dari campuran gula jawa dan tepung beras, bentuk panjang pipih berwarna coklat . Karena sifatnya yang hambar, adonan tepung beras ini biasanya dipadukan dengan saus santan yang gurih. Minuman ini disajikan dalam keadaan dingin.

Gempol pleret disajikan dalam wadah mangkok. Satu mangkuk gempol pleret begitu segar untuk dinikmati. Lembutnya tekstur gempol dan kenyalnya tekstur pleret berpadu dengan sirup manisnya dan kuah santan dan es menjadikan jaminan kesegaran bagi siapa saja yang menikmatinya.

Jika ingin merasakan kesegaran es gempol pleret, salah satu tempat yang bisa dikunjungi di Kota Sukoharjo adalah di daerah Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo. Selain dapat menikmati segarnya es gempol pleret kalian juga bisa melihat pemandangan sawah yang luas.

Salah satu penjual es gempol yang masih eksis adalah Pak Darman berusia 53 tahun ia mengaku sudah hampir 30 tahun menjual es gempol. Pak Darman diberi resep oleh ibunya, dan dia menjalankan bisnisnya hingga sekarang.

Es gempol ini ia jual dengan harga Rp 5.000,-. Es gempol bisa disajikan dengan dua variasi yaitu varian asli dengan kuah santan yang lezat atau ditambahkan bubur mutiara dan kuah gula kepada pelanggan yang suka rasa manis.

Pak Darman sudah berkeliling sejak tahun 1998, hingga kurang lebih 10 tahun ia membuka lapak gempolnya di Tegalmade, Mojolaban tepatnya di pinggir sawah samping lapangan desa Tegalmade. Lapak dibuka pada pukul 11.00 WIB – 15.00 WIB setiap hari kecuali hari Jumat. Cuaca menjadi tantangan tersendiri mengingat ketika hujan, pembeli tak pernah singgah di lapaknya itu.

'Kalau hari Jumat libur, sama kalau hujan biasanya agak susah soalnya kan di tengah sawah juga. Kalau tahun ini kebanyakan juga musim hujan terus, kalau ga hujan alhamdulillah ramai terus, ” ujarnya.

Jika ramai Pak Darma kadang bisa kwalahan untuk meladeni pembeli, dan tempat yang ditawarkan Pak Darma kurang memadai hanya bisa menampung beberapa pembeli saja, alhasil banyak pembeli yang membeli es gempol pleretnya untuk di nikmatin dirumah.

Omset yang diterima Pak Darma antara Rp 500.000,- hingga Rp 800.000,- per hari. Dalam membuat es gempol pleret, Ia bisa diukur antara 10 sampai 12 kilogram tepung beras dalam seharinya. Ia mengaku omzet yang dapatnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Biasanya pembeli es gempol ini adalah warga setempat atau pengguna jalan yang kebetulan melintas.

“Rasanya es gempol ini enak, gurih, seger dan disuguhi dengan pemandangan persawahan yang sejuk ini menambah nuansa yang asri,” ujar Rima salah satu pembeli.

Segar dan lezatnya es gempol pleret seolah-olah kurang jika hanya menghargai satu porsi. Usai pertama es gempol pleret habis, kemungkinan besar rasanya akan kurang puas dan ingin membeli lagi untuk porsi kedua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feauture News - “CEMARA COFFE” Coffe Shop di Tepi Sawah

Suporter Berjatuhan Dalam Tragedi Kanjuruan, Psikologis Suporter Di Tanyakan

FEATURE NEWS : MEMBURU 3000 DURIAN DI FESTIVAL DURIAN, TUGU PUSAKA, SELOGIRI, WONOGIRI