ULASAN FILM ' THE POST (2017)"


 “ THE POST “



Film THE POST ini merupakan film yang diangkat ke layar lebar dari peristiwa nyata publikasi dokumen rahasia negara pada 1971, atau yang dikenal dengan sebutan Pentagon Papers. The Post merupakan film biografi sejarah garapan sutradara kondang Steven Spielberg. Tayang pada 2017, The Post juga memasangkan dua bintang ternama Hollywood, Meryl Streep dan Tom Hanks, sebagai pemeran utama. Kisah dalam film berdurasi 116 menit ini dibuka dengan adegan perang yang tengah berkecamuk di Vietnam pada 1966.

The Post menyodorkan materi cerita yang terkait keterlibatan media massa di Amerika Serikat khususnya The Washington Post - dalam mengungkap skandal militer yang berlangsung dibawah pemerintahan Richard Nixon pada awal dekade 70-an. Bukan, bukan mengenai Watergate yang menghebohkan itu, melainkan bocornya dokumen-dokumen rahasia setebal 4000 halaman lebih yang disebut Pentagon Papers. Dalam dokumen yang mencakup data-data dari tahun 1945 hingga 1967 tersebut, terpapar analisa mendalam yang menyatakan bahwa negeri Paman Sam sejatinya tidak memiliki kans untuk berjaya dalam Perang Vietnam. Alasan terbesar yang lantas membuat Amerika Serikat kekeuh bertahan dan enggan menarik pasukan dari medan tempur.


Jatuhnya dokumen negara super rahasia ini ke tangan para jurnalis di The New York Times menjadi cikal bakal bagi The Post dalam memulai guliran pengisahannya. Dari sini, Steven Spielberg membagi penceritaan menjadi dua cabang yang masing masing dikomandoi oleh Katherine Graham (Meryl Streep) selaku penerbit dan Ben Bradlee (Tom Hanks) selaku editor eksekutif. Melalui sosok Katherine, penonton mendapati cerita cenderung personal mengenai perempuan pertama yang menempati posisi tertinggi dalam bidang penerbitan surat kabar di Amerika Serikat. Katherine mewarisi The Washington Post usai suami dan mertuanya berpulang. Sedangkan Ben, penonton memperoleh cerita mengenai upaya para jurnalis untuk mengangkat derajat The Washington Post yang selama ini dianggap sebatas koran lokal receh. Pasca mengetahui The New York Times memiliki materi berita yang berpotensi menggemparkan seluruh negara, Ben pun memerintahkan anak buahnya untuk mengejar sang sumber berita sehingga mereka tidak saja dapat meningkatkan reputasi surat kabar tetapi juga menjalankan kewajiban untuk memberitakan kebenaran kepada masyarakat.

Dilanjut pembobolan berkas-berkas penting milik Departemen Pertahanan terkait relasi Amerika Serikat dengan Vietnam yang menciptakan intensitas di permulaan film, The Post mulal menstabilkan lajunya di level 'pelan'. Letupan-letupan besar disisihkan terlebih dahulu demi memberi ruang bagi penonton untuk berkenalan secara intim dengan dua karakter kunci dalam film; Katherine dan Ben, sekaligus memahami secara utuh rentetan peristiwa yang tengah dihadapi oleh The Washington Post. Penonton benar-benar memahami tentang posisi Katherine, urgensi dalam meyakinkan para investor saham, obsesi Ben, serta kebohongan-kebohongan yang disembunyikan pemerintah melalui Pentagon Papers. Kelihaian Spielberg dalam bercerita membuat materi dongeng yang rumit ini terasa menarik buat disimak. Ketertarikan memang tidak serta merta terbentuk melainkan muncul sedikit demi sedikit seiring bergilirnya durasi. Seiring didapatnya gambaran lebih utuh mengenal apa yang sejatinya hendak disampaikan oleh The Post. 



Tentu hal ini membutuhkan keahlian bercerita yang tinggi agar dua cabang ini tidak terasa penuh sesak atau timpang sebelah. Spielberg seperti telah diperkirakan, mampu menyeimbangkan dua fokus penceritaan tersebut sehingga keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menopang Cerita milik Ben memang mesti diakui lebih karena menyoroti pada jurnalisme investigasi. Akan tetapi, cerita milik Katherine tidak pantas sekalipun cakupannya personal terkait upayanya memperoleh kepercayaan dari dirinya sendiri maupun laki laki di sekelilingnya. Ditunjang oleh akting gemilang Meryl Streep, kita bisa memahami keragu-raguannya. ketakutannya untuk berbuat kesalahan, harapannya untuk mendapatkan respek dari pria-pria di sekitarnya yang memandangnya sepele kemauannya belajar dari kesalahan, serta keberaniannya dalam mengambil keputusan.

Meryl Streep memiliki lawan main yang tak kalah piawainya dalam berolah peran, Tom Hanks. Sosok Ben yang menyala-nyala memberi keseimbangan di saat sosok Katherine cenderung lebih kalem. Keduanya mulai sering bertatap muka tatkala dua cabang cerita saling beririsan yang sekaligus menandal terdeteksinya eskalasi ketegangan dalam The Post. Ketegangan dapat tercium dengan jelas pasca anak buah Ben menginformasikan bahwa dia telah mendapatkan materi berita yang dibutuhkan.

Film ini mengusung isu yang begitu relevan dengan peran dewasa ini yang mana kebebasan pers tengah terancam dan berita bohong marak dijumpai tak salah kiranya menyebut The Post sebagai film yang penting disimak oleh siapapun. Selain itu juga, di dalam film ini membuat kagum kita tentang cara kerja mesin cetak surat kabar.

Berikut adalah link film “The Post” https://youtu.be/i6cC-si8lQk


Tri Wahyulita Nurhalimah_A310190119

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feauture News - “CEMARA COFFE” Coffe Shop di Tepi Sawah

Suporter Berjatuhan Dalam Tragedi Kanjuruan, Psikologis Suporter Di Tanyakan

FEATURE NEWS : MEMBURU 3000 DURIAN DI FESTIVAL DURIAN, TUGU PUSAKA, SELOGIRI, WONOGIRI